Selasa, 10 Maret 2009

Sinopsis DATU MUSENG DAN MAIPA DEAPATI

Jenis : Sastra Drama/ Teater
Penulis : Mahfud Ramli
Pertunjukan Oleh:
Teater TAMBORA Makassar
Sutradara :
Rudy Barsit – Kadir Sila
Pertunjukan:
25-26 Oktober 2008
Di Gedung Kesenian Sulawesi Selatan


Kisah ini berangkat dari cerita rakyat yang sangat popular di kalangan masyarakat suku Makassar. Cerita ini dituturkan oleh orang-orang tua kepada anak cucu mereka agar mendapatkan hikmah dan pendidikan kejuangan dan kesetiaan.
Kisah ini menceriterakan percintaan antara Datu Museng dan Maipa Deapati. Datu Museng adalah putra bangsawan dari Kerajan Gowa yang jatuh cinta kepada Maipa Deapati Putri bangsawan Kerajaan Sumbawa.
Perjumpaan mereka di rumah rumah nenek/Kakek Datu Museng Adearangang. Karena keduanya belajar mengaji di tempat itu. Datu Museng dengan berani menyatakan isi hatinya dan langsung melamar Maipa dengan jalan mengambil cincin gadis pujaan itu dan memasang di jari manisnya.
Meski demikian tidak berarti cinta Datu Museng dapat berjalan mulus, karena keluarga Istana Sumbawa memingit Maipa dengan sangat ketatnya. Bahkan telah menjodohkan Maipa dengan sepupunya yang bernama Karaeng Mangalasa. Datu Museng dan Maipa Deapati tidak dapat bertemu secara bebas lagi.
Melihat tantangan yang begitu berat Datu Museng memutuskan pergi mencari ilmu yang dapat digunakannya untuk mendapatkan Maipa. Maka Datu Museng kerangkat ke Tanah Suci Mekah. Di sanalah dia berguru dan mendapatkan ilmu “Bunga Ejana Madina”.
Dalam semua pesta di gelar permainan raga dan pada saat itu Datu Museng tampil mempertunjukkan kemahirannya bermain raga sekaligus ilmu yang dimilikinya. Raga yang disepaknya melambung tinggi dan meloncat masuk ke kamar Maipa dan menemuiny di sana. Bola raga itulah yang menjadi penyabung rindu keduanya.
Karena rindu yang tak tertahankan akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersama ke tanah seberang, ke Makassar. Atas bantuan kakeknya, Adearangang keduanya melarikan diri ke Makassar. Di daerah inilah mereka membangun rumah tangganya.
Di Makassar tantangan lain datang lagi. Pemerintah Belanda yang bergelar Tumlompoa yang berkuasa tidak senang atas kehadiran Datu Museng. Bahkan Pimpinan Belanda tertarik pada kecantikan Maipa Deapati dan ingin mempersuntingnya. Akan tetapi mereka tidak mudah mengalahkan Datu Museng yang senantiasa melindungi dan menjaga Maipa.
Akan tetapi Belanda tak berputus asa ia menyerang Datu Museng dengan sangat gencar siang dan malam sampai pada akhirnya Datu Museng dan Maipa Deapati membuat keputusan untuk tetap bersama dalam hidup dan mati. Maipa tidak rela mati di tangan Belanda, tetapi hanya ingin menemui ajalnya di tangan suami yang dicintainya. Sehingga ketika pagi menjelang di hari berikutnya, ia mempersilahkan Datu Museng untuk menusukkan keris/badiknya ke lehernya dan Datu Musengpun melepaskan jimat kekebalannya sebelum menghadapi pasukan Belanda. Akhirnya Datu Musengpun gugur di medan laga.

(INGIN MEMPEROLEH NASKAH LENGKAPNYA HUBUNGI EMAIL BLOG INI)

16 komentar:

Afir mengatakan...

Ass. Bisa sy minta naskah lengkapnya Bang. Ini email sy afir.24@gmail.com

Irak mengatakan...

Assalam.
Bisaka Minta naskah lengkapnya kodong
irak_junior@yahoo.com

Kantor Hukum AYP mengatakan...

Assalamualaikum, mhn dikirimkan naskah lengkapnya ke email ahmadyani_adv@yahoo.com
makasih bang
wassalam

Ririen~Adhyra mengatakan...

bisa minta cerita lengkapnya nggak

kumohonn,,aku butuh cerita inii!!!
please yahh
ni emailku
rinacharhien@yahoo.co.id
asrinayanti1@gmail.com

Malvin Kristian mengatakan...

tolong kirimin lengkapnya ke malvin_kaskus@yahoo.com
Terima Kasih

Little Lily mengatakan...

Assalamu'alaikum..
boleh minta naskah lengkapnya? email saya riku.soma@gmail.com
terima kasih

Ichsan Jufri mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ichsan Jufri mengatakan...

tabe ' bisaki kirimkanka juga naskahnya ke emailku : ichsanjufri@gmail[dot]com

Maipha Deapati Arief mengatakan...

bisa bpaakk kirimkan Naskah dramanya Krena sya mau Dramakan Kisah ini hari Senin tangggal 16 september PLEASE : ) INi EMail sya Maiphadeapatiarief@Gmail.com

aisyiyah isna mengatakan...

assalamualaikum....
boleh minta naskah lengkapnya ?
email saya => aisyiyahisna88@gmail.com
Wassalam

nur haliva mengatakan...

tabe, bisa ,minta naskah lengkapnya ke email nurhaliva94@gmai.com

makasih sebelumnya

ridho ashari mengatakan...

assalamualaikum bang , bisa minta naskah lengkapnya , ini penting sekali pleasseeeee, kirim di email ini ya istiqomah.syamsuddin@yahoo.co.id

nurul ayu fahira mengatakan...

boleh sya minta naskah lengkapnya ? ini email saya.
nurulayu154@yahoo.com

makasih sblm.y :)

rahmah ibrahim el nino mengatakan...

bisa tolong dikirimkan naskahnya ke emailku di kwangrie@yahoo.com
l

Kurniadi S mengatakan...

assalamualaikum . .

tabe' . . saya mendapatkan tugas tuk mementaskan lakon "Dato Museng dan Maipa Deapati" . . saya harap dengan sangat agar saudara bisa share naskah lakon ini . . permohonan saya dengan sangat . .

tolong saudera bisa mengirimnya ke alamat email ini : adhinktherovers@yahoo.co.id

Kurniadi S mengatakan...

assalamualaikum . .

tabe' . . saya mendapatkan tugas tuk mementaskan lakon "Dato Museng dan Maipa Deapati" . . saya harap dengan sangat agar saudara bisa share naskah lakon ini . . permohonan saya dengan sangat . .

tolong saudara bisa mengirimnya ke alamat email ini : adhinktherovers@yahoo.co.id